Musyang (musyawarah anggota)
merupakan kegiatan yang dilakukan sebagai ajang pergantian kepengurusan di
dalam suatu organisasi. Didalamnya berisi penetapan-penetapan kebijakan dalam
suatu organisasi, yang nantinya kebijakan tersebut menjadi pedoman dalam menjalankan
organisasi untuk 1 periode kepengurusan selanjutnya. Pada umumnya musyang
dilakukan setiap 1 tahun sekali. Sebagai program untuk memenuhi kebutuhan
organisasi agar sesuai dengan alur dinamika perubahan zaman. Kadang setiap
organisasi memiliki penyebutan sendiri mengenai istilah musyang. Ada yang menyebutnya
dengan istilah kongres, mubes (musyawarah besar) serta istilah lainnya.
Musyang juga bisa dijadikan sebagai
ajang untuk membudayakan budaya demokrasi sesuai dengan perwujudan negara
Indonesia sebagai negara demokrasi. Semua keputusan dalam musyang berdasarkan
keputusan bersama. Oleh karena itulah kegiatan ini dinamakan musyawarah
anggota. Teknis musyang pada umumnya berisi 3 sidang, yaitu sidang tata tertib,
sidang pleno dan sidang LPJ (laporan pertanggung jawaban). Lalu diakhiri dengan
pemilihan ketua untuk periode kepengurusan selanjutnya.
Sidang tata tertib membahas
penetapan tata tertib pada musyang yang akan berlangsung. Pembahasannya
meliputi hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama musyang berlangsung,
agar peserta musyang dapat mengikuti musyang secara tertib.
Kemudian dilanjutkan sidang pleno.
Sidang pleno ini umumnya berisi pembahasan dan penetapan tentang Anggaran Dasar
& Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Garis-garis besar haluan organisasi
(GBHO), Garis-garis besar program kerja (GBPK).
Sidang ke-3 adalah sidang LPJ
(laporan pertanggung jawaban). Sidang ini melibatkan pengurus pada periode
kepengurusan yang akan diganti (di-demisioner-kan). Membahas bagaimana kinerja
kepengurusan sebelumnya. Sehingga pengurus tersebut dituntut untuk
mempertanggung jawabkan kinerja selama periode kepengurusannya.
Tahap yang terakhir adalah
pemilihan ketua untuk periode kepengurusan selanjutnya.Penting bagi setiap
anggota organisasi untuk ikut andil dalam pagelaran musyang. Karena dengan
musyang inilah akan ditetapkan bagaimana arah kelangsungan hidup organisasi
kedepannya. Disinilah waktu yang tepat untuk menyalurkan suara & aspirasi
untuk menjadikan organisasi menuju ke arah yang lebih baik.
Hazmy Razy Fahrudin
Hazmy Razy Fahrudin

Komentar
Posting Komentar